Jumat, 23 April 2010

membuat objek kubus dan limas menggunakan pelles C

"MEMBUAT OBJEK KUBUS DAN LIMAS MENGGUNAKAN PELLES C (OPEN GL)"





UNIVERSITAS GUNADARMA
2010



Open GL
OpenGL adalah suatu spefikasi grafik yang low-level yang menyediakan fungsi untuk pembuatan grafik primitif termasuk titik, garis, dan lingkaran. OpenGL digunakan untuk mendefinisikan suatu objek, baik objek 2 dimensi maupun objek 3 dimensi. OpenGL juga merupakan suatu antarmuka pemrograman aplikasi (application programming interface (API) yang tidak tergantung pada piranti dan platform yang digunakan, sehingga OpenGL dapat berjalan pada sistem operasi Windows, UNIX dan sistem operasi lainnya. OpenGL pada awalnya didesain untuk digunakan pada bahasa pemrograman C/C++, namun dalam perkembangannya OpenGL dapat juga digunakan dalam bahasa pemrograman yang lain seperti Java, Tcl, Ada, Visual Basic, Delphi, maupun Fortran. Namun OpenGL di-package secara berbeda-beda sesuai dengan bahasa pemrograman yang digunakan. Oleh karena itu, package OpenGL tersebut dapat di-download pada situs http://www.opengl.org sesuai dengan bahasa pemrograman yang akan digunakan. Selain OpenGL ada juga tools/library grafik yang dapat dipergunakan yaitu DirectX. Namun tools ini hanya dapat dipergunakan pada Microsoft Windows.
Pada semester 6 (enam) saya mendapat praktikum grafik computer dan mendapat materi tentang Open GL dan mencoba membuat objek seperti kubus, segitiga, limas. Dengan pengalaman itu saya akan mencoba membuat objek kubus beserta limas terbalik yang berputar (melakukan rotasi), yang mana merupakan tugas dari pemrograman multimedia supaya dapat membuat suatu objek menggunakan Open Gl. Sebelumnya saya akan menginstal terlebih dahulu software pelles c nya. Berkiut ini adalah cara-cara menginstal pelles c :
Cara menginstal Pelles c :


Untuk mengetahui bagaimana cara menginstal nya, buka install.txt. Di dalam file ini terdapat cara menginstal pelles c yaitu :
1. Install PellesC3.exe, seperti install program windows biasa, option biarkan seperti aslinya (default), install folder ke "E:\Praktikan\Praktikum"( khusus di LAB ).
2. Copy "glfw.h" ke "\include\win\gl\"
3. Copy "glfw.lib" ke "\lib\"
4. Copy "LabTI OpenGL.dll" ke "\bin\wizards\"


Setelah melakukan langkah-langkah diatas, maka pelles c telah terinstal, muncul folder baru untuk pelles c yang telah terinstal dengan nama “pelles c”. Dan software ini pun siap untuk digunakan.


Kemudian saya akan mencoba membuat 2 buah onjek yaitu kubus dan liman terbalik, yang mana kedua objek ini nanti nya akan melakukan rotasi.
Pertama-tama kita buka pelles c nya, pilih file->new->project->LabTI OpenGL Wizard (kalau belum ada option ini, berarti ada yang salah waktu install). Maka akan mucul program Open Gl seperti berikut ini.
#include
#include
#include
#include

void mulaiOpenGL(void);

int main(void)
{
//
// mRunning = TRUE, aplikasi masih berjalan
// mRunning = FALSE, ??? :p
GLuint mRunning = GL_TRUE;

//
// inisialisasi GLFW
if( glfwInit() == GL_FALSE )
{
MessageBox( NULL, "ERROR :: gagal menginisialisasi GLFW", "Error!", MB_OK);
return(0);
}
//
// buat sebuah window yang akan digunakan untuk menggambar.
if( glfwOpenWindow( 640, 480, 0, 0, 0, 0, 24, 0, GLFW_WINDOW ) == GL_FALSE )
{
MessageBox( NULL, "ERROR :: gagal membuat window", "Error!", MB_OK );
glfwTerminate();
return(0);
}
//
// Set judul yang ada di window dan Swap interval.
glfwSetWindowTitle( "Praktikum Grafik Komputer LabTI" );
glfwSwapInterval( 1 );
//
// mulai OpenGL (melakukan setting awal OpenGL)
mulaiOpenGL();
int r;
//
// mulai looping utama program
while( mRunning )
{
//
// bersihkan layar dan depth buffer
glClear( GL_COLOR_BUFFER_BIT | GL_DEPTH_BUFFER_BIT );
glLoadIdentity();
//
// lakukan penggambaran di sini
//------------------------------------------------------------------------------------

//kubus atasnya limas terbalik
gluLookAt (10,10,10,0, 0,0,0,1,0) ;

glRotatef(r,0,0,1);
glBegin (GL_QUADS);
glColor3f (0,1,0);
glVertex3f (0,5,0);
glVertex3f (4,5,0);
glVertex3f (4,5,4);
glVertex3f (0,5,4);
glEnd();

glBegin (GL_TRIANGLES) ;
glColor3f (1,0,0);
glVertex3f (0,5,0);
glVertex3f (4,5,0);
glVertex3f (2,0,2);

glColor3f (1,0,1);
glVertex3f (4,5,0);
glVertex3f (4,5,4);
glVertex3f (2,0,2);

glColor3f (1,1,0);
glVertex3f (4,5,4);
glVertex3f (0,5,4);
glVertex3f (2,0,2);

glColor3f (1,1,1);
glVertex3f (0,5,4);
glVertex3f (0,5,0);
glVertex3f (2,0,2);

glEnd ();

glBegin (GL_QUADS);
glColor3f (1,0,1);
glVertex3f (0,0,0);
glVertex3f (4,0,0);
glVertex3f (4,0,4);
glVertex3f (0,0,4);


glColor3f (0,0,1);
glVertex3f (0,0,0);
glVertex3f (4,0,0);
glVertex3f (4,-4,0);
glVertex3f (0,-4,0);

glColor3f (0,1,1);
glVertex3f (4,0,0);
glVertex3f (4,0,4);
glVertex3f (4,-4,4);
glVertex3f (4,-4,0);

glColor3f (1,0,0);
glVertex3f (4,0,4);
glVertex3f (0,0,4);
glVertex3f (0,-4,4);
glVertex3f (4,-4,4);

glColor3f (1,1,0);
glVertex3f (0,0,4);
glVertex3f (0,0,0);
glVertex3f (0,-4,0);
glVertex3f (0,-4,4);

glColor3f (1,1,1);
glVertex3f (0,-4,0);
glVertex3f (4,-4,0);
glVertex3f (4,-4,4);
glVertex3f (0,-4,4);


glEnd ();
r++;

//------------------------------------------------------------------------------------
//
// tampilkan ke layar (swap double buffer)
glfwSwapBuffers();

//
// check input , apakah tombol esc ditekan atau tombol "close" diclick
mRunning = !glfwGetKey( GLFW_KEY_ESC ) && glfwGetWindowParam( GLFW_OPENED );
}

glfwTerminate();
return(0);
}

void mulaiOpenGL(void)
{
//
// Set viewport ke resolusi 640x480 viewport bisa diibaratkan
// layar monitor anda
glViewport( 0, 0, 640, 480 );
//
// Set mode OpenGL ke mode pryeksi (Projection) dan set proyeksi
// menggunakan proyeksi perspective, dengan sudut pandang (Field Of
// View) 60 derajat
glMatrixMode( GL_PROJECTION );
glLoadIdentity();
gluPerspective( 60.0f, 640.0f/480.0f, 0.1f, 1000.0f );

glMatrixMode( GL_MODELVIEW );
glLoadIdentity();
//
// Set mode gradasi warna halus (Smooth)
glShadeModel( GL_SMOOTH );
//
// warna yang digunakan untuk membersihkan layar
glClearColor( 0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f );
//
// nilai untuk membersihkan depth buffer.
glClearDepth( 1.0f );
//
// Depth test digunakan untuk menghindari polygon yang
// tumpang tindih.
glEnable( GL_DEPTH_TEST );
glDepthFunc( GL_LEQUAL );
//
// beritahu OpenGL untuk menggunakan perhitungan perspective
// yang terbaik (perhitungan ini tidak bisa selalu 100% akurat)
glHint( GL_PERSPECTIVE_CORRECTION_HINT, GL_NICEST );
}


Untuk membuat objek ini saya hanya memasukkan bagian program yang dimulai dari “// lakukan penggambaran di sini” hingga “glEnd (); r++; “. Karena program yang lainnya telah tersedia, jadi saya hanya memasukkan titik-titik koordinat untuk membuat objek kubus dan limas nya. Jika program di run, maka tampilan outputnya adalah seperti berikut :

Dan output dari program diatas adalah :


Objek kubus dan limas ini berputar (melakukan rotasi) dengan sumbu z sebagai titik sumbu putarnya.
Pada open gl ini saya menggunakan Pelles C, untuk membuat objek kubus dan limas segitiga terbalik kita cukup memasukkan titik-titik koordinat untuk membangun objek tersebut.
glRotatef(r,0,0,1);
 berfungsi sebagai titik putar (rotasinya) yaitu dengan sumbu putar Z


glBegin (GL_QUADS);
glColor3f (0,1,0);
glVertex3f (0,5,0);
glVertex3f (4,5,0);
glVertex3f (4,5,4);
glVertex3f (0,5,4);
glEnd();
 bagian diatas untuk membuat sisi persegi dari limas segi empatnya.
glBegin (GL_TRIANGLES) ;

glColor3f (1,0,0);
glVertex3f (0,5,0);
glVertex3f (4,5,0);
glVertex3f (2,0,2);

glColor3f (1,0,1);
glVertex3f (4,5,0);
glVertex3f (4,5,4);
glVertex3f (2,0,2);

glColor3f (1,1,0);
glVertex3f (4,5,4);
glVertex3f (0,5,4);
glVertex3f (2,0,2);

glColor3f (1,1,1);
glVertex3f (0,5,4);
glVertex3f (0,5,0);
glVertex3f (2,0,2);
glEnd ();

 bagian diatas untuk membuat sisi segitiga dari limas segi empat (jumlah sisi segitiganya ada 4).
Maka selesai membuat objek limas segiempatnya. Setelah itu kita membuat objek kubus nya. Berikut ini adalah potongan program nya :
glBegin (GL_QUADS);

glColor3f (1,0,1);
glVertex3f (0,0,0);
glVertex3f (4,0,0);
glVertex3f (4,0,4);
glVertex3f (0,0,4);

glColor3f (0,0,1);
glVertex3f (0,0,0);
glVertex3f (4,0,0);
glVertex3f (4,-4,0);
glVertex3f (0,-4,0);

glColor3f (0,1,1);
glVertex3f (4,0,0);
glVertex3f (4,0,4);
glVertex3f (4,-4,4);
glVertex3f (4,-4,0);

glColor3f (1,0,0);
glVertex3f (4,0,4);
glVertex3f (0,0,4);
glVertex3f (0,-4,4);
glVertex3f (4,-4,4);

glColor3f (1,1,0);
glVertex3f (0,0,4);
glVertex3f (0,0,0);
glVertex3f (0,-4,0);
glVertex3f (0,-4,4);

glColor3f (1,1,1);
glVertex3f (0,-4,0);
glVertex3f (4,-4,0);
glVertex3f (4,-4,4);
glVertex3f (0,-4,4);

glEnd ();


 Potongan program diatas adalah untuk membuat objek kubus nya.
Maka objek limas terbalik dan kubusnya selesai dibuat. Dengan adanya glRotatef(r,0,0,1);

maka objek limas dan kubus tersebut akan berputar sesuai sumbu nya yaitu dengan titik putar (sumbu) Z.

Minggu, 04 April 2010

Tentang Soft skill

Soft skill adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan seseorang “EQ” (Emotional Intelligence Quotient), kumpulan karakter kepribadian, rahmat sosial, komunikasi, bahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain Soft melengkapi keterampilan keterampilan keras (bagian dari seseorang IQ), yang merupakan persyaratan teknis pekerjaan dan banyak kegiatan lainnya.Telah dikatakan bahwa dalam sejumlah soft skill profesi mungkin lebih penting dalam jangka panjang daripada keterampilan teknis. Profesi hukum adalah salah satu contoh di mana kemampuan untuk berhubungan dengan orang secara efektif dan sopan, lebih dari sekadar nya keterampilan teknis, dapat menentukan keberhasilan profesional pengacara.

Manfaat dari soft skill antara lain :
Apa saja manfaat softskill?

* Berpartisipasi dalam tim
* Mengajar orang lain
* Memberikan layanan
* Memimpin sebuah tim
* Bernegosiasi
* Menyatukan sebuah tim di tengah-tengah perbedaan budaya
* Motivasi
* Pengambilan keputusan menggunakan keterampilan
* Menggunakan kemampuan memecahkan masalah
* Amati bentuk etiket
* Berhubungan dengan orang lain
* Menjaga berarti percakapan (basa-basi)
* Menjaga percakapan bermakna (diskusi / perdebatan)
* Menetralkan argumen dengan waktu, petunjuk dan sopan, bahasa singkat
* Berpura-pura minat dan berbicara dengan cerdas tentang topik apapun

Menjadi fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dari suatu organisasi juga memenuhi syarat sebagai soft skill, seperti halnya kemampuan untuk berkolaborasi dengan orang lain dan pengaruh situasi melalui lateral dan berpikir lebih kreatif.Kemampuan untuk menghadapi perbedaan-perbedaan, multikulturalisme dan keragaman yang dibutuhkan lebih dari sebelumnya.
Sangat sedikit perusahaan yang tak tersentuh oleh kian meluas pengaruh budaya lain baik soft skill dan memfasilitasi komunikasi yang lebih baik dan orang-orang kemampuan untuk mengelola perbedaan secara efektif.Semua orang sudah memiliki beberapa bentuk soft skill (mungkin jauh lebih banyak daripada mereka menyadari.soft skill yang dapat dikembangkan dan diasah pada dasar terus-menerus melalui pelatihan yang baik, berwawasan membaca, pengamatan dan tentu saja, berlatih, berlatih, berlatih.
Soft skills pada dasarnya merupakan ketrampilan personal- yaitu ketrampilan khusus yang bersifat non-teknis, tidak berwujud, dan kepribadian yang menentukan kekuatan seseorang sebagai pemimpin, pendengar (yang baik), negosiator, dan mediator konflik. Sedangkan Hard skill bersifat teknis dan biasanya sekedar tertulis pada bio data atau CV seseorang yang mencakup pendidikan, pengalaman, dan tingkat keahlian (teknis). Soft Skills bisa juga dikatakan sebagai ketrampilan interpersonal seperti kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dalam sebuah kelompok.

Wikipedia memaparkan bahwa soft skills merupakan istilah sosiologis yang merujuk pada sekumpulan karakteristik kepribadian, daya tarik sosial, kemampuan berbahasa, kebiasaan pribadi, kepekaan/kepedulian, serta optimisme. Soft skills ini melengkapi hard skills- yang bisa dikatakan juga sebagai persyaratan teknis dari suatu pekerjaan. Soft skills tersebut mencakup (a) kualitas pribadi - misalnya tanggung jawab, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, manajemen (pengendalian) diri, dan integritas atau kejujuran; dan (b) ketrampilan interpersonal, misalnya berpartisipasi sebagai anggota kelompok, mengajar (berbagi pengetahuan) ke orang lain, melayani pelanggan, kepemimpinan, kemampuan negosiasi, dan bisa bekerja dalam keragaman.

Cita-Cita kuu

Nama : Dhita Dwiputri.R
npm : 50406194
kelas: 4IA07
matkul: softskill

Cita cita ku



Membahas cita-cita adalah membicarakan tentang mimpi dan harapan yang ingin kita capai di masa depan. Dulu sewaktu kecil saya bercita-cita untuk menjadi seorang dokter atau pramugari. Saya ingin menjadi dokter karena dokter pasti adalh orang yang pintar dan bisa menyembuhkan orang sakit,bisa membanggakan orang tua. Dan saya juga sempat berfikir ingin jadi pramugari, karena ingin bisa keliling dunia. Seiring berjalannya waktu, hingga usia saya beranjak dewasa saya ingin sekali mewujudkan mimpi itu dengan belajar sungguh-sungguh hingga pada saat sekolah lanjut tingkat pertama (SLTP) saya selalu mendapat ranking 5 besar dan 10 besar. Hingga pada saat sekolah menengah atas (SMA) saya jadi berubah fikiran ingin mengubah cita-cita saya sewaktu kecil. Saya ingin melnjuutkan kuliah informatika karena saya ingin bisa bekerja di kanto atau perusahaan. Karena saya berfikir dengan jaman yang semakin maju sat ini, dunia computer dan informasi menjadi yang utama dalam perkembangan teknologi, pendidikan dan sebagainya.Awalnya saya belum berfikir kearah sana, tapi ketika saya SMA, ayah saya menyarankan saya agar melanjutkan kuliah di jurusan infotrmatika, dan setelah saya fikir itu ide yang bagus. Pada awal-awal pertama kuliah di jurusan ini saya bisa menikmatinya, namun lama kelaman saya berfikir telah salah jurusan karena materi-materi pada jurusan ini sangat sulit. Tapi sekarang saya sudah berada di tingkat akhir dari perkuliahan ini, jadi sekarang saya sudah tidak bisa dan tidak ada guna lagi kalau ingin berpikir "salah jurusan" lagi. Saya hanya terus berusaha bagaimana mengejar dan mendapat nilai yang bagus, berusaha semampu saya..agar tidak mengecewakan orang tua Dan semoga suatu saat nanti saya bisa membuka usaha atau lapangan pekerjaan khususnuya sama dengan bidang yang saya tempuh pada saat kuliah yaitu mengenai dunia computer.aminn..

TUGAS 2 : Komputasi Modern : Ubiquitous (cdma)

Nama : Dhita Dwiputri.R
Npm : 50406194
Kelas : 4IA07
Mata kuliah : Pengantar Komputasi Modern
Materi : Ubiquitous

Penjelasan mengenai ubiquitous


Ubiquitouss adalah sebuah istilah yang artinya “ada di berbagai tempat dalam waktu yang sama”. Sehingga konsep ubiquitous computing, atau ubiquitous network itu mungkin bisa diterjemahkan secara sempit misalnya sebagai kemampuan akses ke sebuah jaringan (internet) di mana saja dan kapan saja. Sekarang orang bisa mengakses dengan mudah dengan alat yang begitu kecil yang biasanya disebut handphone atau telepon genggam. Apa lagi dengan harga yang murah serta pulsa yang terjangkau membuat berbagai kalangan usia memiliki perangkat canggih ini baik anak-anak, orang dewasa maupun orang tua.

Ubiquitous network pada abad 21 akan mengubah dengan cepat paradigma TI dengan mentransformasi industri IT dan bidang lainnya. Bidang seperti elektronika, mobil, pertunjukan, distribusi dan jasa akan berkembang lebih maju dalam operasinya dan akan menciptakan nilai tambah baru. Sebab transformasi ini akan membuka peluang dan meningkatkanpertumbuhan baru untuk industri ini. Pada ubiquitous network akan menawarkan banyak kelebihan sebagai berikut :

1.Ubiquitous network menyediakan jaringan akses pita lebar dengan kemampuan mobilitas.
2.Ubiquitous network memungkinkan untuk dapat berkomunukasi tidak hanya dengan computer tetapi juga mampu berhubungan dengan apapun, telepon bergerak, PDA, mesin game, sistem navigasi kendaraan, TV digital, RFID yang menempel pada obyek, kemera dan sebagainya.
3.Ubiquitous network memungkinkan penggunaan konten tidak hanya berupa data, teks dan gambar. Tetapi juga transmisi gambar animasi, suara dan video.

Solusi yang memuaskan menekan kebutuhan para pemakai dan pemanfaatan platform yang menjamin pertukaran informasi dan implementasi transaksi komersil dengan aman. Ubiquitous network akan berpotensi dalam menciptakan pasar dengan membuat layanan ubiquitous. Berbagai aplikasi dan layanan akan mudah diselengarakan dengan adanya ubiquitous network. Dari sisi perusahaan atau organisasi ubiquitous network berarti mempermudah dalam meningkatkan proses produksi, mempermudah pengelolaan asset dan membina hubungan dengan pelanggan. Bagi perorangan ubiquitous network berarti peningkatan kualitas hidup dan perubahan gaya hidup, ubiquitous network memungkinkan setiap orang dapat melakukan sesuatu secara otomatis, peningkatan keamanan dan peningkatan kualitas kesehatan.

Bagi Indonesia ubiquitous network berarti pemerataan jaringan, penciptaan layanan baru, meningkatkan pendapatan dan kekayaan Negara dan membawa kemakmuran bagi bangsa Indonesia. Ubiquitous network memungkinkan akses jaringan di seluruh pelosok nusantara, masyarakat Indonesia dari sabang sampai merauke dapat berhubungan kapan saja. Kondisi ini tentu memberi dampak pada peningkatan pengetahuan dan cara hidup masyarakat yang pada akhirnya akan memberi peningkatan kesejahteraan masyarakat lebih luas dan merata.

Ubiquitous pada Mobile Computing (CDMA)

CDMA (code division multiple access) adalah teknologi akses jamak dimana masing-masing user menggunakan code yang unik dalam mengakses kanal yang terdapat dalam sistem.Pada CDMA, sinyal informasi pada transmitter dicoding dan disebar dengan bandwidth sebesar 1.25 MHz (spread spectrum), kemudian pada sisi repeater dilakukan decoding sehingga didapatkan sinyal informasi yang dibutuhkan. Para pakar teknologi telepon seluler sepakat bahwa kecanggihan CDMA jauh melebihi GSM yang sekarang ini banyak dipergunakan oleh operator telepon seluler di Indonesia. CDMA tarifnya akan jauh berada dibawah GSM karena biaya investasinya sangat murah.

Teknologi CDMA pada awalnya dipergunakan dalam komunikasi radio militer Amerika Serikat (AS), mulai tahun 1990 patennya diberikan kepada Qualcomm, Inc. dan dijadikan sebagai standar seluler digital di AS sejak tahun 1993. Oleh karena itu tidak heran jika teknologi ini sangat aman karena tidak dapat digandakan (dikloning). Sehingga teknologi ini sangat cocok bagi kegunaan layanan telepon banking, seperti transfer, cek saldo, dll. GSM yang didukung oleh negara-negara Eropa lebih cepat melejit jumlah pemakainya yang diseluruh dunia pada saat ini sudah mencapai lebih 700 juta. Sementara CDMA jumlah pelanggannya baru mencapai 120 juta. GSM dan CDMA dengan varian awalnya IS-95 A juga muncul pada saat yang bersamaan di awal tahun 90-an tergolong dalam teknologi ponsel generasi ke-2 (2G).

Beberapa keunggulan CDMA-2000 (1X) jika dibandingkan dengan GSM sebagai berikut :
1.Sebagai teknologi militer CDMA sangat tahan terhadap gangguan cuaca dan interferensi, karenanya noise CDMA sangat rendah sehingga menghasilkan kualitas suara yang sangat baik. Bahkan dalam hujan yang sangat lebatpun kualitas suaranya masih dalam batas yang masih dapat ditoleransi.
2.CDMA tidak dapat digandakan (dikloning) karena setiap pelanggan diberikan kode yang berbeda (unik). Kode-kode ini sangat sulit dilacak karena bersifat acak.
3.Daya pancarnya yang sangat rendah (1/100 GSM) memungkinkan hand phone CDMA irit dalam mengonsumsi baterei, sehingga dapat beroperasi lebih lama untuk bicara maupun stand by.
4.Kapasitas pelanggan per BTS CDMA dapat mencapai 6000 (10 kali GSM). Hal ini disebabkan CDMA lebih irit dalam pemakaian frekuensi. Semua BTS CDMA beroperasi pada frekuensi yang sama, sehingga tidak memerlukan penghitungan yang rumit dalam menyusun konfigu-rasinya. Besarnya kapasitas per BTS membuat biaya investasi yang dikeluarkan sangat rendah. Selain itu CDMA-2000 (1X) beroperasi pada spectrum frekuensi 800 MHz. Hal ini akan membuat luas coverage BTS-nya jauh lebih besar dari GSM. Sehingga hanya memerlukan lebih sedikit BTS untuk meng- cover luas yang sama jika dibandingkan dengan GSM.
5.CDMA-2000 (1X) dapat me-ngirim data dengan kecepatan hingga 144 Kbps, sementara GSM 9,6 Kbps. Sehingga dapat mendukung layanan SMS, MMS, main game dan down load data melalui internet.

Dengan memancarkan sekaligus frekuensi 1,25 MHz, dibanding 20-30 KHz di AMPS dan GSM, daya pancar CDMA lebih kuat sehingga ponsel CDMA yang lemah pun tetap akan mendapat sinyal penuh. Karenanya kemungkinan ponsel mengalami drop call atau sambungan terputus ketika bergerak, hampir sama sekali tak terjadi di CDMA dan reuse frekuensi di CDMA tetap dilakukan tanpa memecah-mecah frekuensinya. Selain hal tadi, CDMA juga terbukti memiliki kecepatan transfer data yang tinggi. Dengan kelebihan itu CDMA menawarkan jalur cepat, mudah dan paling murah untuk menuju sistem telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G). CDMA 2000-1X memiliki kemampuan transfer data maksimum sebesar 153 kilobyte per detik (kbps) dengan throughput mobile 60 kbps-80 kbps. Sementara, GPRS yang diandalkan GSM hanya menawarkan transfer data sampai 115 kbps saja dengan throughput mobile 30 kbps-40 kbps. Itu sebabnya CDMA 2000-1X mampu mengakses layanan yang membutuhkan kecepatan transfer data yang tinggi seperti mengirim e-mail dengan lampiran file teks atau gambar berukuran besar.