Minggu, 09 Mei 2010

mauuu lanjutt kemanaaaa??????

Biasanya mahasiswa kalo udah tingkat akhir mulai memikirkan mau ngelanjutin kemana setelah mereka lulus kuliah???
Begitu juga aku..pertanyaan itu juga patinya berlaku buat ku :)
Dan mulai memikirkan dan mencoba menjawab…aku si rencananya stelah
lulus kuliah pengen nyoba ngajuin lamaran pekerjaan ke Chevron.
Kenapa aku milih perusahaan swasta ini?? Karena orang tua ku juga bekerja disana..dan chevron itu salah satu perusahaan swasta terbesar dan sangat terkenal.

Aku pengen banget kerja di perusahaan chevron Jakarta. Semoga aja aku bisa wujutin cita-cita aku. Mmhhh..yaa kalo seandainya ngga terwujud,,pilihan selanjutnya yaitu
aku pengen coba kerja di Indosat atau perusahaan-perusahaan lainnya.
Cita-cita aku pengen jadi wanita karir.. :) pengen ngerasain gimana susahnya
nyari uang..seperti yang udah ayah ku lakuin selama ini. Dan pengen ngerasain
hasil keringat ku sendiri. Semoga semua impian ku terwujud..
aminnnnnn ya rabbal’alaminn..

Minggu, 04 April 2010

Tentang Soft skill

Soft skill adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan seseorang “EQ” (Emotional Intelligence Quotient), kumpulan karakter kepribadian, rahmat sosial, komunikasi, bahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain Soft melengkapi keterampilan keterampilan keras (bagian dari seseorang IQ), yang merupakan persyaratan teknis pekerjaan dan banyak kegiatan lainnya.Telah dikatakan bahwa dalam sejumlah soft skill profesi mungkin lebih penting dalam jangka panjang daripada keterampilan teknis. Profesi hukum adalah salah satu contoh di mana kemampuan untuk berhubungan dengan orang secara efektif dan sopan, lebih dari sekadar nya keterampilan teknis, dapat menentukan keberhasilan profesional pengacara.

Manfaat dari soft skill antara lain :
Apa saja manfaat softskill?

* Berpartisipasi dalam tim
* Mengajar orang lain
* Memberikan layanan
* Memimpin sebuah tim
* Bernegosiasi
* Menyatukan sebuah tim di tengah-tengah perbedaan budaya
* Motivasi
* Pengambilan keputusan menggunakan keterampilan
* Menggunakan kemampuan memecahkan masalah
* Amati bentuk etiket
* Berhubungan dengan orang lain
* Menjaga berarti percakapan (basa-basi)
* Menjaga percakapan bermakna (diskusi / perdebatan)
* Menetralkan argumen dengan waktu, petunjuk dan sopan, bahasa singkat
* Berpura-pura minat dan berbicara dengan cerdas tentang topik apapun

Menjadi fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dari suatu organisasi juga memenuhi syarat sebagai soft skill, seperti halnya kemampuan untuk berkolaborasi dengan orang lain dan pengaruh situasi melalui lateral dan berpikir lebih kreatif.Kemampuan untuk menghadapi perbedaan-perbedaan, multikulturalisme dan keragaman yang dibutuhkan lebih dari sebelumnya.
Sangat sedikit perusahaan yang tak tersentuh oleh kian meluas pengaruh budaya lain baik soft skill dan memfasilitasi komunikasi yang lebih baik dan orang-orang kemampuan untuk mengelola perbedaan secara efektif.Semua orang sudah memiliki beberapa bentuk soft skill (mungkin jauh lebih banyak daripada mereka menyadari.soft skill yang dapat dikembangkan dan diasah pada dasar terus-menerus melalui pelatihan yang baik, berwawasan membaca, pengamatan dan tentu saja, berlatih, berlatih, berlatih.
Soft skills pada dasarnya merupakan ketrampilan personal- yaitu ketrampilan khusus yang bersifat non-teknis, tidak berwujud, dan kepribadian yang menentukan kekuatan seseorang sebagai pemimpin, pendengar (yang baik), negosiator, dan mediator konflik. Sedangkan Hard skill bersifat teknis dan biasanya sekedar tertulis pada bio data atau CV seseorang yang mencakup pendidikan, pengalaman, dan tingkat keahlian (teknis). Soft Skills bisa juga dikatakan sebagai ketrampilan interpersonal seperti kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dalam sebuah kelompok.

Wikipedia memaparkan bahwa soft skills merupakan istilah sosiologis yang merujuk pada sekumpulan karakteristik kepribadian, daya tarik sosial, kemampuan berbahasa, kebiasaan pribadi, kepekaan/kepedulian, serta optimisme. Soft skills ini melengkapi hard skills- yang bisa dikatakan juga sebagai persyaratan teknis dari suatu pekerjaan. Soft skills tersebut mencakup (a) kualitas pribadi - misalnya tanggung jawab, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, manajemen (pengendalian) diri, dan integritas atau kejujuran; dan (b) ketrampilan interpersonal, misalnya berpartisipasi sebagai anggota kelompok, mengajar (berbagi pengetahuan) ke orang lain, melayani pelanggan, kepemimpinan, kemampuan negosiasi, dan bisa bekerja dalam keragaman.

Cita-Cita kuu

Nama : Dhita Dwiputri.R
npm : 50406194
kelas: 4IA07
matkul: softskill

Cita cita ku



Membahas cita-cita adalah membicarakan tentang mimpi dan harapan yang ingin kita capai di masa depan. Dulu sewaktu kecil saya bercita-cita untuk menjadi seorang dokter atau pramugari. Saya ingin menjadi dokter karena dokter pasti adalh orang yang pintar dan bisa menyembuhkan orang sakit,bisa membanggakan orang tua. Dan saya juga sempat berfikir ingin jadi pramugari, karena ingin bisa keliling dunia. Seiring berjalannya waktu, hingga usia saya beranjak dewasa saya ingin sekali mewujudkan mimpi itu dengan belajar sungguh-sungguh hingga pada saat sekolah lanjut tingkat pertama (SLTP) saya selalu mendapat ranking 5 besar dan 10 besar. Hingga pada saat sekolah menengah atas (SMA) saya jadi berubah fikiran ingin mengubah cita-cita saya sewaktu kecil. Saya ingin melnjuutkan kuliah informatika karena saya ingin bisa bekerja di kanto atau perusahaan. Karena saya berfikir dengan jaman yang semakin maju sat ini, dunia computer dan informasi menjadi yang utama dalam perkembangan teknologi, pendidikan dan sebagainya.Awalnya saya belum berfikir kearah sana, tapi ketika saya SMA, ayah saya menyarankan saya agar melanjutkan kuliah di jurusan infotrmatika, dan setelah saya fikir itu ide yang bagus. Pada awal-awal pertama kuliah di jurusan ini saya bisa menikmatinya, namun lama kelaman saya berfikir telah salah jurusan karena materi-materi pada jurusan ini sangat sulit. Tapi sekarang saya sudah berada di tingkat akhir dari perkuliahan ini, jadi sekarang saya sudah tidak bisa dan tidak ada guna lagi kalau ingin berpikir "salah jurusan" lagi. Saya hanya terus berusaha bagaimana mengejar dan mendapat nilai yang bagus, berusaha semampu saya..agar tidak mengecewakan orang tua Dan semoga suatu saat nanti saya bisa membuka usaha atau lapangan pekerjaan khususnuya sama dengan bidang yang saya tempuh pada saat kuliah yaitu mengenai dunia computer.aminn..

Selasa, 30 Maret 2010

Tugas 3 PKB : SCRIPT (NASKAH)

Nama : Dhita Dwiputri Rizanur
Npm : 50406194
Kelas : 4IA07
Mata kuliah : Pengantar Kecerdasan Buatan

Script adalah skema representasi pengetahuan yang sama dengan frame, yaitu merepresentasikan pengetahuan berdasarkan karakteristik yang sudah dikenal sebagai pengalaman-pengalaman. Perbedaannya, frame menggambarkan objek, sedangkan script menggambarkan urutan peristiwa. Dalam menggambarkan urutan peristiwa, script menggunakan slot yang berisi informasi tentang orang, objek, dan tindakan-tindakan yang terjadi dalam suatu peristiwa.

Elemen script meliputi :

1. Kondisi input, yaitu kondisi yang harus dipenuhi sebelum terjadi atau berlaku suatu peristiwa dalam script.
2. Track, yaitu variasi yang mungkin terjadi dalam suatu script.
3. Prop, berisi objek-objek pendukung yang digunakan selama peristiwa terjadi.
4. Role, yaitu peran yang dimainkan oleh seseorang dalam peristiwa.
5. Scene, yaitu adegan yang dimainkan yang menjadi bagian dari suatu peristiwa.
6. Hasil, yaitu kondisi yang ada setelah urutan peristiwa dalam script terjadi.

Contoh Script adalah seperti dibawah ini :

Track: Ujian Mandiri Online
Role : peserta, pengawas
Prop : Kwitansi UM, PC(Personal Computer), hasil ujian.

Kondisi Input : Peserta yang tedaftar mengikuti UM.

Scene 1 : Pendaftaran Peserta
- Peserta masuk ke ruangan pendaftaran UM
- Peserta membayar dan mendapat kwitansi sebagai bukti
- Pada hari akna ujian, peserta menyerahkan kwitansi ke bagian penyelenggara UM
- Peserta mendapat nomor PC (tempat duduk)

Scene 2 : Persiapan peserta
- Peserta berdoa terlebih dahulu dan mengingat-ngingat materi

Scene 3 : Persiapan pengawas
- Pengawas menyiapkan PC untuk menginput nomor PC(tempat duduk pserta)
- Pengawas menyiapkan lembar hasil ujian yang kemudian untuk di print

Scene 4 : peserta memasuki ruangan.
- Peserta menyerahkan kwitansi yang terdapat nomor PC(tempat duduk)
- Peserta meletakkan tas ke lemari atau rak di belakang
- Pengawas mencari tempat duduknya sesuai nomor yang telah didapat
- Peserta menginput data (npm dan mata kuliah) di PC
- Peserta menjawab soal di PC

Scene 5 : peserta selesai ujian.
- Peserta meninggalkan PC atau tempat duduk
- Peserta datang ke pengawas
- Pengawas mencetak lembar hasil ujian dan memberikannya kepada peserta
- Peserta mengambil tas dan meninggalkan ruangan

Goal :
1. Peserta merasa kecewa
2. Peserta merasa lega
3. Peserta merasa senang
4. Peserta merasa bersyukur

Rabu, 24 Maret 2010

Tugas 2 Peng.Kecerdasan Buatan (Jaringan Semantik)

Nama : Dhita Dwiputri Rizanur
Npm : 50406194
Kelas : 4IA07
Mata Kuliah : Pengantar Kecerdasan Buatan

Buat jaringan semantic minimal 20 node (buat terlebih dahulu kalimatnya, kemudian gambarkan jaringan semantiknya) !
Kalimat :
1.Dhita mempunyai teman bernama Yuli
2.Dhita adalah perempuan
3.Dhita adalah mahasiswa
4.Dhita pergi ke kampus menggunakan motor berwarna hitam
5.Dhita mempunyai adik bernama Wenty
6.Wenty pernah berlibur ke Jogjakarta
7.Wenty pernah kuliah di Depok
8.Wenty mempunyai rambut berwarna hitam
9.Yuli pernah tinggal di kota Jogjakarta
10.Depok adalah kota yang indah

Gambar jaringan semantik dari kalimat diatas adalah :

Minggu, 21 Maret 2010

TULISAN 1 : PRO DAN KONTRA SITUS PERTEMANAN DI INTERNET (OPINI)

Nama : Dhita Dwiputri Rizanur
NPM : 50406194
Kelas : 4IA07
Mata Kuliah : Softskill (Pengantar Komputasi Modern)
-------------------------------------------------------------------------------------

Pada saat sekarang ini telah banyak bermunculan situs pertemanan. Dahulu, penggunaan situs pertemanan bagi netter (pengguna internet) tidak terlalu bermasalah, karena penggunaannya masih dalam batas kewajaran dalam penggunaannya. Tapi pada saat sekarang ini dengan munculnya berbagai macam situs pertemanan seperti friendster,facebook,twitter,dan lain sebagainya telah menimbulkan pro dan kontra.

situs pertemanan tersebut memiliki sisi positif dan negatif. Hal ini muncul karena telah banyak kalangan yang menyalahgunakan situs pertemanan tersebut. Pada dasarnya, situs-situs pertemanan tersebut digunakan sebagai media tukar informasi, menambah banyak teman, bertemu kembali dengan teman-teman lama, menyambungkan lagi orang-orang yang terpisah jarak agar mereka dapat berinteraksi (dengan kata lain menyambung tali silahturahmi), membantu kita berkenalan dengan orang lain yang kita anggap potensial untuk kehidupan kita, sebagai tempat untuk sharing berbagai macam hal, sebagai tempat untuk mencurahkan perasaan, pikiran atau apapun yang ingin diungkapkan, dan bahkan sekarang telah banyak yang menggunakannya sebagai sarana promosi gratis bagi para pengusaha dan perusahaan untuk mempromosikan produk-produk mereka, sebagai media pengembangan agama, dll.

Selain hal positif diatas, juga terdapat hal-hal negative yang akhirnya menimbulkan pro dan kontra dalam penggunaan situs pertemanan tersebut, diantaranya mencaci maki atau melecehkan seseorang atau pihak tertentu, banyak yang menaruh foto (gambar diri) yang porno sehingga dilihat oleh banyak orang (hal pornografi), memungkinkan gambar, foto, dan film dikirim serta disebarkan secara mudah (penyebaran pornografi), bahkan yang terakhir ini digunakan sebagai sarana untuk melakukan tindakan criminal (mempengaruhi seseorang hingga melakukan pelecehan sexsual), dapat menjadikan penggunanya mengalami kecanduan (merasa terlalu bergantung pada website tersebut. Akibatnya, setiap ada kesempatan, maka hal yang akan dilakukannya adalah mengecek account situs pertemanannya), lebih menyukai untuk berinteraksi dengan teman mereka di dunia maya ketimbang teman mereka di dunia nyata. Bahkan dengan hal-hal negative tersebut, beberapa waktu lalu MUI mengeluarkan fatwa haram penggunaan salah satu situs pertemanan “Facebook”. Dengan segala dampak negative pneggunaan situs pertemanan tersebut maka muncullah pro dan kontra dari berbagai kalangan tentang penyalahgunaan situs tersebut.

Dengan demikian, menggunakan situs pertemanan dengan bijak menjadi syarat utama agar situs pertemanan tersebut tidak akan “mencelakai” diri sendiri ataupun orang lain. Jika situs pertemanan digunakan sebagaimana mestinya maka akan menjadi hal yang bermanfaat dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain atau pihak lain.